Siapa aku?

siapa aku?

Di sebuah kampung kecil yang jauh dari kota hiduplah sepasang suami istri bernama pak Agus dan bu Sur,pak Agus adalah seorang petani kecil yang setiap hari mengelola sawah/lahan orang lain,dari situ lah pak Agus menghidupi keluarga nya.Pak agus setiap hari bekerja tanpa kenal lelah,Dia pergi pagi setelah subuh dan pulang Sore hampir Maghrib.pak Agus mempunyai 3 anak laki-laki dan istrinya juga sedang hamil tua.setiap hari pak Agus menjalani kehidupan seperti biasa,hingga malam itu tanggal 29 Mei 2001 ibu Sur melahirkan  seorang anak laki-laki,bayi itu terlihat kurus namun sehat lalu di beri nama Faiz.Bayi itu terus tumbuh dan berkembang hingga usia dia mencapai 3 tahun dan itulah Aku.

Di usia ku yang usia nya masih 3 tahun aku harus menghadapi keras dan pahitnya dunia ini.karena memang aku terlahir di keluarga sederhana,tapi bukan itu yang membuat ku harus belajar kuat dan mandiri sejak kecil.saat itu keluarga ku sedang menghadapi masalah financial sehingga ibu pergi bekerja meninggalkan aku bertiga di rumah.kenapa kok bertiga?yah,karena saat itu kakak ku yang pertama bekerja di luar kota,dan kakak ke-2 aku tinggal di pondok pesantren.Ibu ku pergi hingga berbulan-bulan tidak pulang,saat itu aku benar-benar menderita dan tersiksa.Aku mempunyai tetangga yang sangat nakal sebut saja alex dan aldo..mereka kakak beradik yang umurnya jauh lebih tua dari aku,alex dan aldo juga masih saudara ku karena dia anak dari paman ku juga.

Alex dan aldo sering membully ku tiap hari aku di jahilin sama mereka entah di cubit, pukul bahkan mainan ku juga di rusak oleh mereka.Setiap hari aku hanya terus bisa menangis dan pasrah karena waktu itu juga,aku belum bisa mengadu ke ayah dan keluarga.selain alex dan aldo aku juga tak luput dari kejulidan tante ku,dia adalah ibu dari alex dan aldo yang setiap aku menangis sering marahin aku dengan berkata"bocah kok cengeng!!padahal ga di apa-apain.cuma di liatin doang nangis".betapa sakitnya hati ku,aku setiap hari di fitnah alex dan aldo kalo mereka habis membully aku hingga menangis, mereka tidak mengaku ke ibunya bahkan memfitnah aku yang melakukan pembullyan ke mereka.hari demi hari aku lewati dengan seperti itu,aku juga terkadang sering menangis berharap ibu ku pulang.

Setelah sekian lama menunggu akhirnya ibu ku pulang juga, betapa bahagianya hatiku karena hanya ibu ku yang bisa menjaga ku dengan baik.hatiku sangat senang ibu mengajak aku pergi ke pasar,aku sangat kagum melihat dunia luar yang begitu indah  di sepanjang perjalanan menuju pasar banyak orang baik dan mereka karena mereka menyapa kami.kami berangkat ke pasar dengan naik bus tapi untuk bisa naik bus tersebut aku dan ibuku harus berjalan kaki sejauh 3 KM,sampai pasar sangat ramai banget hatiku merasa damai banyak orang-orang yang menyapa dan mengajakku bermain.aku melihat mainan yang sangat bagus lalu meminta ibu untuk membelikan.pokoknya aku sangat senang banget hingga saat perjalanan pulang kita berdua mengalami musibah.

Kami turun dari bus dan menunggu tukang ojek di pos ojek, setelah beberapa saat menunggu akhirnya kita mendapatkan tukang ojek yang kosong,belanjaan ibu sangat banyak tak di sangka-sangka tukang ojek lewat jalan pintas.memang jalan itu lebih dekat namun harus melewati jembatan yang lebar nya tidak ada 1 meter di samping jembatan itu juga tidak ada pengaman.saat itu kita mau melewatinya namun kita bertiga jatuh dan hampir nyemplung ke sungai.untung saja waktu itu kita masih jatuh di atas.ibu langsung bangunin dan nanyain kondisi ku."aku gapapa kok bu"jawabku.syukurlah kita masih beruntung karena jatuh di rumput dan tidak sampai nyemplung ke sungai.kita pun melanjutkan perjalanan dan sampai rumah.aku sangat senang karena aku pikir penderitaan ku sudah berakhir di sini dan ternyata....(bersambung)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini